Alam Mulai Menjerit


Alam Mulai Menjerit
oleh : Robi Deslia Waldi

Kata tak lagi dapat ku ucapkan pada kamu yang Tuli
Saat ku bicara kau tak lagi menganggapku ada
Kau hanya membuat diriku tak menentu dalam melihat kenyataan
Kenyataan yang nyata di depan ku
Ku tak mampu lagi berdiam diri dengan apa yang kau lakukan
Kau membuatku lirih dengan paradigma yang kau coretkan
Coretan yang mampu membuat hancur kesejukan

Terlalu lama kau berbuat yang konyol pada sebuah keindahan
Kau sudah tak mampu menjadi idola generasi mu
Kau hanya menjadi duri dalam daging
Kau sudah tak mampu mengendalikan logika yang kau buat sendiri
Kau hanya Roh yang terselimut Jiwa kehausan

Alam sudah menjerit, Kau hanya mampu bercerita
Tangisan pilu itu hadir tanpa kau sadari
Perlu kau Sadari, alam ini sudah tak tahan dengan apa yang kau perbuat
Kau hanya mampu ketawa ketiwi dengan kesenanganmu
Kau belum mampu merasakan apa yang dirasakan
Kau belum mampu besuara apa yang disuarakan

Kau, ya Kau, Emang Siapa Lagi???
Siapa lagi yang mampu berlogika impiris ini
Kau tak berkutik saat kau terperangkap dalam noda itu
Kau tak lagi sama dengan apa yang kau ceitakan
Cerita yang penuh dengan kebisuan tanpa perbuatan

Alam berbisik pada Ku yang sudah tak mampu melihat kebodohan
Ia mulai hilang kesabarannya
Tanah tua itu mulai digerakkan dengan kesedihannya
Kesedihannya mulai membabi buta tak bersimpati
Ia sudah mulai tak dapat di kontrol
Semua itu karena kelakuan Kau padanya
Jeritan tak lagi kau dengarkan
Alam kau hanya dosa dalam dosa

Komentar