BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Hutan adalah
sebuah ekosistem yang dicirikan oleh penutupan pohon-pohon yang cukup rapat dan
luas, sering kali terdiri atas tegakan-tegakan yang beraneka ragam sifat,
seperti komposisi jenis, struktur, kelas umur, dan proses-prose yang
berhubungan; pada umumnya mencakup: padang rumput, sungai, ikan, dan satwa
liar. Hutan mencakup pula bentuk khusus, seperti hutan industri, hutan milik
non-industri, hutan tanaman, hutan publik, hutan lindung, dan hutan kota (Helms
1998). Adapun yang dimaksud dengan tegakan (stand)
adalah sebidang lahan hutan yang homogen dan secara geografis terpusat serta
memiliki kombinasi sifat-sifat fisik lahan, tumbuhan, dan fasilitas pengolahan
yang relatif sama, serta dengan luas yang melebihi luas minimal yang ditetapkan
dalam pengelolaan hutan.
Berkembangnya
Ilmu Tumbuhan di Indonesia karena
potensi keanekaragaman flora yang dimiliki
melimpah sehingga Ilmu tumbuhan ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat mengikuti arus zaman. Bidang-bidang pengetahuan yang semula bagian dari
cabang ilmu tumbuhan, sekarang telah menjadi ilmu yang dapat berdiri sendiri sehingga ilmunya
lebih terperinci dan mendetail tentang bidang yang dibahas dan dikaji.
Dendrologi merupakan cabang ilmu tumbuhan yang telah berdiri sendiri dengan kajian yang lebih mendalam tentang ilmu pohon. Secara harfiah Dendrologi berarti ilmu tentang pohon, yaitu mempelajari sifat-sifat taksonomi pohon, penyebaran, ekologi serta kegunannnya yang penting. Dendrologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hutan yang dapat menjelaskan tentang pohon-pohon yang jenis dan ragamnya banyak, memberikan gambaran dalam mengenal karakteristik pohon, serta memberikan pemahaman berbagai macam variasi pohon, baik disebabkan oleh faktor genetik maupun faktor lingkungan.
Dendrologi merupakan cabang ilmu tumbuhan yang telah berdiri sendiri dengan kajian yang lebih mendalam tentang ilmu pohon. Secara harfiah Dendrologi berarti ilmu tentang pohon, yaitu mempelajari sifat-sifat taksonomi pohon, penyebaran, ekologi serta kegunannnya yang penting. Dendrologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hutan yang dapat menjelaskan tentang pohon-pohon yang jenis dan ragamnya banyak, memberikan gambaran dalam mengenal karakteristik pohon, serta memberikan pemahaman berbagai macam variasi pohon, baik disebabkan oleh faktor genetik maupun faktor lingkungan.
Fakultas Kehutanan IPB itu sendiri memberikan mata kuliah Dendrologi wajib bagi semua mahasiswa yang bertujuan untuk pembekalan praktek lapang
kehutanan. Kuliah dan praktikum Dendrologi ini diberikan
selama satu semsester awal menginjak Fakultas setelah selesai di
TPB. Pada praktikum akhir diadakan kuliah lapang yang dilaksanakan di
Kebun Raya Bogor. Pada saat kuliah lapang, mahasiswa diarahkan mengenal lebih
dekat pohon, baik itu menyangkut sifat morfologi pohon, penyebaran, ataupun kegunaannya.
1.2 Tujuan
Kuliah lapang ke Kebun Raya Bogor bertujuan
untuk :
- mengetahui sejarah dan perkembangan Kebun
Raya Bogor
- mengidentifikasi berbagai jenis pohon yang
ada di Kebun Raya Bogor
- melihat lebih dekat jenis pohon yang daunnya digunakan dalam praktikum dendrologi sebelumnya.
BAB II
SEJARAH KEBUN RAYA BOGOR
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai
nama dan julukan, seperti : s’Lands Plantentuin, Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang), Botanical Garden of Buitenzorg, Botanical Garden of Indonesia, Kebun Gede dan Kebun Jodoh. Kebun Raya Bogor didirikan pada tanggal 18 Mei
1817 dengan luas semula 47 Ha dan sekarang menjadi
87 Ha dengan letak 260 mdpl dengan curah hujan 3000-4300 mm/th. Jumlah koleksi per Januari
2006 yaitu tercatat 222 Famili, 1257 Genus/marga dan 3423 Spesies, dengan
spesiesmen hidup 13684 pohon. Pemrakarsa berdirinya Kebun
Raya Bogor adalah C.G.C. Reinwardt. Prof. Caspar Georg Carl Reinwardt adalah seseorang botanis berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda
dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang
pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya.
Kebun
Raya Bogor merupakan kawasan konservasi eksitu yang bertujuan sebagai sarana
koleksi tumbuhan tropika dataran rendah basah. Kebun Raya Bogor memiliki tugas atau fungsi
Kebun Raya, antara lain sebagai berikut:
1. Sebagai tempat konservasi Ex-situ tumbuhan,
2. Sebagai sarana penelitian, terutama penelitian
tumbuhan,
3. Sebagai sarana penunjang pendidikan, dan
4. Sebagai sarana wisata (wisata alam)
Pada tanggal 15
April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya untuk mendirikan Kebun Botani yang
disampaikan kepada G.A.G.P. Baron Van Der Capellen,Komisaris Jendral Hindia
Belanda dan beliau akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt. Pada tahun 18 Mei
1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara
resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s’Lands Plantentuinte Buitenzorg. Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan
sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke
Hindia-Belanda (kini Indonesia).
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan
ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk perkembangan
koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor
membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu:
1.
Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan
Laboratorium Cibodas) di Jawa Barat, didirikan oleh Teysman tahun 1866. Kebun Raya
Cibodas luasnya 120 ha dengan ketinggian 1400 mdpl, untuk koleksi tanaman dataran
tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun 1891 Kebun
ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
2.
Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur,
didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 ha dengan ketinggian 250 m, untuk koleksi
tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
3. Kebun Raya "Eka Karya"
Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya
159,4 Ha dengan ketinggian 1400 mdpl, untuk koleksi tanaman dataran
tinggi beriklim kering.
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan tempat
Kuliah
lapang Dendrologi bertempat di Kebun
Raya Bogor pada hari Minggu tanggal 22 Desember 2013 jam 08.00 – 12.30
WIB, kuliah dilakukan dengan berjalan mengitari Kebun Raya Bogor dengan
melihat, memperhatikan, dan mengidentifikasi setiap pohon yang telah dipelajari
pada kuliah maupun praktikum dendrologi.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum saat kuliah lapang adalah Alat
tulis, Buku catatan, Kamera, dan bahan yang digunakan ialah 65 pohon yang
diidentifikasi pada kuliah lapang ini.
3.4 Metode
Pada Kuliah Lapang Dendrologi kali ini, para mahasiswa dipandu dengan dosen
yaitu Dr. Agus Hikmat dosen mata kuliah dendrologi dan asisten praktikum berjalan
mengitari Kebun Raya Bogor untuk melihat dan mengidentifikasi tanaman yang
telah di pelajari pada kuliah dan praktikum dendrologi. Dengan penjelasan dari
dosen, mahasiswa mencatat dan menghafal setiap pohon yang dijelaskan oleh
dosen. Penjelasan yang didapat dari dosen kemudian dituliskan kembali oleh
mahasiswa dalam bentuk laporan Kuliah Lapang Dendrologi.
HASIL OBSERVASI
Rekapitulasi hasil pengamatan karakteristik
jenis pohon di Kebun Raya Bogor
1.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Kempas
: Kompassiana excels
: Fabaceae
: Daun
majemuk ganda 2, bentuk daun oblong, tata daun alternate dengan anak daun
opposite, plagiotropik, memiliki banir menyebar yang biasnya digunakan tempat
bertengger beruang madu (Helactos malayanus) untuk mencari madu, dan strata A, jenis dilindungi.
|
2.
|
Nama lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Merbabu
: Intsia
bijuga
: Fabaceae
: Daun
berseling, bersirip genap dengan 2-4 pasang anak daun, stipula bertautan di
pangkal, membentuk sisik yang menetap, anak daun opposite, memiliki banir
papan yang kecil, kulit batang yang terlihat seperti “bopeng”, kayu untuk konstruksi bangunan, Asal Jawa
Tengah- G. Merbabu, dominan di hutan Papua, strata B, tinggi ± 30 m.
|
3.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Angsana
:
Pterocarpus indicus
: Fabaceae
: bergetah
merah, daun majemuk, Root grapting (persambungan akar) pada
angsana merupakan jenis perakaran khas tanaman Hutan Tropik yang berfungsi
mengefisiensi penyerapan air, sebagai pohon peneduh, Pohon ini termasuk
pohon tua yang di tanam di Kebun Raya Bogor, yakni pada tahun 1844.
|
4.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Liana
: Bauhinia wanitii
: Fabaceae
: Tumbuhnya merambat dengan batang kayu membelit batang
pokok yang tinggi, sebagai peneduh tanaman lain , salah satu Famili Fabaceae
yang liana, asal dari Thailand.
|
5.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Sindur
: Sindora
siamensis
: Fabaceae
: Batangnya
tidak berbanir karena akar menancap didalam
tanah dengan kuat dan paling tinggi diantara fabaceae lainnya ±40 m,
batangnya ada garis-garis seperti gelang, buah legum, merekah bulat gepeng
berduri, Kayu
sindur bercorak menarik banyak digunakan untuk perabotan berkualitas tinggi, panel dan keperluan interior
lainnya, kayu sindur
berwarna seragam digunakan unuk konstruksi ringan di
dalam ruangan,
misalnya kerangka pintu dan jendela, langit-langit, perabotan rumah tangga dan kayu lapis, Kayu sindur juga
digunakan untuk lantai, dan jenis Strata A.
|
6.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Ki Hujan/Trambesi
: Samanea saman
: Fabaceae
:
Tidak berbanir, simpodial, daun majemuk, berasal dari tumbuhan tropis Amerika,
sebagai tanaman peneduh, banyak cabang dan tumbuhan ini adalah tumbuhan
invasif, karena sebagai invasi spesies asli, dan penyerap karbon tinggi.
|
7.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Kedawung
: Parkia timoriana
: Fabaceae
: Daun majemuk ganda 1, pohon
tinggi besar, berbanir papan tidak
terlalu besar dan bji dimanfaatkan sebagai obat
pencernaan yang disangrai
seperti kopi tetapi berbau
petai, kayunya untuk konstruksi bangunan, Strata
A, tumbuh di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, kondisi populasi sekarang
sedikit.
|
8.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pohon Saga
: Adenanthera pavonina
: Fabaceae
: Daun Majemuk ganda 1, simpodial, biji
dalam berwarna merah dan kering, Saga terdapat 2 macam, yaitu Saga pohon dan
Saga merambat Aphrus precathorius
daun saga untuk obat sariawan dengan 200 x sukrosa menjadikan rasa pahit.
|
9.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Ampupu
: Eucalyptus alba
: Myrtaceae
: Keluarga Jambu-jambuan daun harum
mengandung kelenjar minyak (pellucidots) jika diremas berbau resin. Batang
terpilin (melintir) karena terkena penyakit dimanfaatkan daunnya untuk minyak
eucalyptus dan bahan baku permen mint, daun tunggal, kulit batang mengelupas,
kayu untuk konstuksi bangunan.
|
10.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pandan
: Pandanus conoides
: Pandanaceae
: daun lanset, batang berduri, tumbuh
ditepi pantai dan pegunungan, untuk tanaman hias dan tumbuh banyak di Papua,
buah dimanfaatkan untuk obat, daun dimanfaatkan untuk tikar.
|
11.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
C
|
: Gayam
: Inocarpus
fagiferus
: Fabaceae
: Salah satu Fabaceae yang berdaun tunggal, tepi daun berduri, batang
simpodial bentuk batang berlekuk-lekuk, untuk peneduh dan buah dapat dimakan
dengan dibuat keripik, kebanyakan orang tidak menyukai pohon ini dikarenakan
kurang menarik dan menyeramkan, habitat di pantai berpasir sampai dengan
pegunungan
|
12.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Keben
: Baringtonia asiatica
: Lecythidaceae
: Pohon
Simpodial, buah beracun untuk meracuni ikan di alam, tumbuh di hutan
pantai, daun mengumpul di ujung ranting, berdaun duduk, buah mirip lampion,
memiliki sabut atau serabut.
|
13.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pedada
: Soneratia caseolaris
: Sonneratiaceae
: Tangkai daun merah muda, daun
tebal, opposite decusate (berhadapan bersilang), tumbuh di hutan
mangrove, mempunyai akar pasak mampu beradaptasi dengan air tawar.
|
14.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Pohon Benuang laki
: Duabanga moluccana
: Sonneratiaceae
: Tangkai daun berbentuk
persegi, daun opposite, Marginal vein, interpetiolaris stipule, kayu
untuk bangunan, tumbuh alami di NTT dan NTB
|
15.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Bisbul
: Diospyros philippinensis
: Ebenaceae
: Simpodial, pohon
berbatang hitam namun berbeda
dengan kayu hitam, daun tunggal, alternate, bentuk tajuk membulat, termasuk
kayu mewah, tumbuh kebanyakan di Sulawesi, daun tunggal.
|
16.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Salam
: Syzygium polyanthum
: Myrtaceae
: Daun yang sudah tua berwarna merah, daun
mengandung kelenjar minyak untuk memasak atau untuk obat, daun berbau harum.
|
17.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Sawit
: Alaeis guinensis
: Arecaceae
: Spesies
pohon yang multi manfaat dari akar sampai daun dapat dimanfaatkan. Buah untuk
minyak, asal dari
afrika berpotensi menjadi invasif alliances, batangnya untuk kayu fiber.
|
18.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Kelapa
: cocos nucifera
: Arecaceae
: Spesies
yang multi manfaat tumbuh dihutan pantai, batang silindris.
|
19.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Sagu
: Metroxylon sagu
: Arecaceae
: Pohon monocarpik (pohon yang jika
sudah berbuah mati), jarak berbunga 1-10 tahun, batangnya dijadikan sebagai
sagu, tumbuh dirawa Indonesia bagian timur.
|
20.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Lontar
: Borassus flabellifer
: Arecaceae
: Daun
pada zaman dahulu dimanfaatkan
untuk menulis, buah dapat dimakan dan diminum airnya.
|
21.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Kayu Besi / Kayu Ulin
: Eusyderoxilon zwageri
: Lauraceae
: Monopodial, ujung daun merah, tumbuh
alami di kalimantan, untuk atap, sirap, tumbuhan ini termasuk apendix II Cites,
daun tunggal,
Orthotropik.
|
22.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Ki Putri
: Podocarpus neriifollius
: Podocarpaceae
: Daun
lanset tumbuh alami di hutan pegunungan,kayu untuk konstruksi bangunan, buah tertutup epimatum dan gymnospermae, ada filoklen
yaitu ranting yang berkembang menjadi daun.
|
23.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Araukaria
: Araucaria cunninghamii
: Araucariaceae
: Kulit
batang mengelups ke samping, monopodial batang menghasilkan getah, sisik
ujungtajam, biji bersatu dengan sisik berbentuk kerucut.
|
24.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pohon Melinjo
: Gnetum gnemon
: Gnetaceae
: Buah
berbiji terbuka, pohon pralihan dari Gymnospermae ke Angiospermae, buah dapat
dimanfaatkan untuk ceriping dan daun dapat dimasak.
|
25.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Agathis
: Agathis robusta
: Araucariaceae
: pohon
mengelupas bulat-bulat menyamping, getah kopal, mudah terbakar getah dari
kulit batang.
|
26.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pinus
: Pinus caribaea
: Pinaceae
: Daun
Jarum, 1 Vesikel terdapat 3 helai daun, pohon pecah-pecah vertikal. Getah
menghasilkan terpentin dan gondorukem, getah berasal dari kayu.
|
27.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Kopi
: Coffea canephora
: Rubiaceae
: Daun
tunggal, opposite decusate, interpetiolaris stipule
|
28.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Karet Kerbau
: Ficus elastica
: Moraceae
: Bergetah
putih, kunat cincin, alternate, daun
penumpu lepas dan membentuk cincin di ranting sebelum ada getah karet, getah
karet kerbau digunakan untuk Ban, habitusnya pohon strangler.
|
29.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
:
Hoersfieldia
: Hoersfieldia iryagedhi
: Myristicaceae
: Bergetah
merah, Arilus berwarna merah penuh.
|
30.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Matoa
: Pometia pinnata
: Sapindaceae
: Buahnya
seperti kelengkeng, daun majemuk paripinet (Genap), buah daging bening,
bisa dimakan arilus berwarna putih bening, tumbuh dominan di Papua, kayunya
konstruksi bangunan.
|
31.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Rambutan
: Nephelium lapaceum
:
Sapindaceae
: Monopodial, alternate,
pohonnya tidak tinggi, daun majemuk buah bisa
dimakan dan arilus berwarna putih.
|
32.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
:
Rerak
: Sapindus rerak
: Sapindaceae
:
Biji dapat dimanfaatkan untuk sabun
nabati.
|
33.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Lengkeng
: Dimocarpus longan
: Sapindaceae
:
Pohon berumah dua, buah dapat dimakan, daun majemuk.
|
34.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Leci
: Litchi Chinensis
: Sapindaceae
:
Merupakan pohon tertua di Kebun Raya Bogor, ditanam pada tahun 1823, pohon Simpodial, buah dapat dikonsumsi.
|
35.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Bintaro
: Cerbera odolam
: Apocynaceae
: Alternate,
mengumpul di ujung (terminalia) simpodial, mahkota seperti corong, bergetah
putih,
pohon bergetah putih, buah batu berpasang-pasangan 2, Sebagai
tanaman peneduh, buahnya dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan tangan jika
sudah kering, tumbuh alami di hutan pantai.
|
36.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Jelutung
: Dyera costulata
: Apocynaceae
:
Pohon bergetah putih, daunnya verticillate, monopodial,
silindris, silindris, besar, tinggi, tidak berbanir, buah seperti tanduk, getah untuk permen karet, jenis Strata A.
|
37.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pulai
: Alstonia angustiloba
:
Apocynaceae
: Bergetah
putih, Kulit batang mengelupas, buah berpasanagan, berbanir terbang, sebagai tanaman peneduh, habitat di hutan.
|
38.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Sawo duren
: Crhysophyllum cainito
: Sapotaceae
: Bergetah
putih, buah dapat diamakan, pohon tidak terlalu tinggi, daun bagian bawah
berwarna keemasan.
|
39.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Nyatoh
: Palaquieum rostratum
: Sapotaceae
: Bergetah
putih, berbanir papan segitiga,
Penghasil getah perca yang dimanfaatkan untuk membuat bola golf, batang besar bersilindris.
|
40.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Ciri khas
|
: Sawo Kecik
: Manilkara kauki
: Sapotaceae
: Termasuk
pohon Terminalia branching daun mengumpul diujung, daun bagian bawah berwarna
keperakan, buah dapat dimakan, model aubrevile, kayu bagus untuk bangunan dan patung di Bali,
sudah langka di alam.
|
41.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Tanjung
: Mimusops elengi
: Sapotaceae
: Tananman
peneduh, daging buah tipis, buah dapat
dikonsumsi, daun tunggal, bergetah putih.
|
42.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pala
: Myristica fragrans
:
Myristicaceae
: Berdaun
tunggal, bergetah merah, arilus merah berbentuk jala, buah dapat dimakan
|
43.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Sempur
: Billenia pteropoda
: Myristicaceae
:
Kulit pohon mengelupas, pertulangan daun sekunder ketepi daun, daun tunggal,
daun mengumpul diujung, memiliki
banyak cabang, daunnya mengelompok di ujung, banyak terdapat bekas daun
penumpu, tepi daun bergerigi, tulang sekunder langsung ke tepi daun.
|
44.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Mendarahan
: Knema cinerea
: Myristicaceae
: Keluarga
mendarahan, Arilus berwarna merah setengah jala
|
45.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pohon Coklat
: Theobroma cacao
: Sterculiaceae
: Buah
muncul pada batang utama dan cabagnya, buahnya berwarna merah dan hiju,
pohon yang bijinya
dapat dimanfaatkan untuk bahan baku coklat, coklat
dikenal sebagai salah satu bahan baku pembuat makanan Para Dewa
|
46.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Durian
: Durio zibhetinus
:
Bombacaceae
: Daun
tunggal, alternate, buah
dapat dimakan. Permukaan daun bagian bawah berwarna perak, cauliflori, alternate, batangnya
tinggi, buah berduri.
|
47.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Kepuh
: Sterculia foetida
: Sterculiaceae
:
Daun majemuk menjari, Tumbuh baik didekat pantai, Kepuh sering didapati di hutan-hutan
dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl., terutama di wilayah yang agak
kering. Pohon ini di waktu-waktu tertentu menggugurkan daun.
|
48.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Bayur
: Pterospermum diversifolium
: Sterculiaceae
:
Daun asimetris, pertulangan daun menyirip, tumbuh didekat pantai, baik untuk
tiang, berdaun kasar tidak berbulu, buahnya folikel.
|
49.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pohon Cola
: Cola acuminata
: Sterculiaceae
: Tumbuhan yang berasal dari afrika, Buah sebagai bahan baku minuman
cola dan mengandung kafein.
|
50.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pohon Manggis
: Garcinia megaphylla
:
Clusiaceae
: Pohon
bergetah kuning, batang monopodial, berasal dari Brasil, daun mirip jambu-jambuan, tumbuh
hingga mencapai 7 sampai 25 meter, buahnya juga disebut manggis, berwarna
merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna
merah..
|
51.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Mamea
: Mamea siamensis
: Clusiaceae
: Pohon
yang berasal dari Burma, bergetah kuning, daun opposite
|
52.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Gandaria
: Bouea opposififolia
: Anacardiaceae
:
Daun tunggal, bergetah hitam, daun opposite
|
53.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Rengas
: Gluta wallichii
: Anacardiaceae
: Bergetah
hitam, monopodial, beracun
bila mengenai kulit dapat gatal-gatal. Pohon besar, stratum A berbanir papan,
Kayunya untuk konstruksi bangunan, ditanam pada tahun 1866
|
54.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Keruing
: Dipterocarpus turbinatus
:
Dipterocarpaceae
: Berukuran
besar dan tinggi dapat mencapai 40 meter. Kulit batang nya mengelupas, daun
bersayap 2-5 dan mamiliki buah samara atau buah keras, penghasil kayu utama
di Indonesia,buah bersayap 5 dengan sayap panjang 2 dan sayap panjang 3
|
55.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Resak
: Vatica Puciflora
: Dipterocarpaceae
: Tunggal,
alternate, daunnya tebl, kaku, berbintik hijau tersusun di petulangan
sekundernya.
|
56.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Meranti Tembaga
: Shorea leprosula
: Dipterocarpaceae
:
Buah bersayap, sayap panjang 3 dan sayap pendek 2, kayu untuk konstruksi dan
plywood, berbanir papan besar, kulit batangnya halus, dan
berwarna putih, terdapat sarang
lebah.
|
57.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Tengkawang
: Shorea seminis
: Dipterocarpaceae
:
Dimanfaatkan untuk lemak Nabati dari buahnya dan campuran coklat, berbanir
papan.
|
58.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pohon Gaharu
: Aquilaria malaccensis
: Thymelaeaceae
: Berupa
pohon besar , kulit batang mengelupas, buah besayap lima helai sama panjang, daun tunggal
dimanfaatkan untuk minyak gaharu dan akan mengeluarkan enzim mikroereksin
sebagai penutup luka
|
59.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Kamper
: Dryobalanops aromatica
: Dipterocarpaceae
:
Pohon tinggi stratum A, berbanir papan, getah untuk kamper atau kapur barus
|
60.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
Ciri khas
|
: Keluarga Beringin dan Meranti
tembaga
: Ficus albiria dan
Shorea leprosula
:
Moraceae dan Dipterocarpaceae
: Ukuran
pohon ini sudah sangat besar dan menjulang tinggi di Kebun Raya Bgor. Pohon
ini adalah pasangan dari pohon pasangan “Pohon Jodoh” di Kebun Raya Bogor.
|
61.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Kayu Manis
: Cinnamomum burmanni
: Lauraceae
: Pertulangan
daun membusur, tunggal, alternate, Kulit
batang dimanfaatkan untuk bumbu, daun 3 tulang daun daun tunggal.
|
62.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Nangka
: Artocarpus heterophyllus
: Moraceae
:
Bergetah putih, memiliki kunat
cincin, daun muda tidak seperti daun yang tua,
buah dapat dimakan, kayu untuk
konstruksi bangunan.
|
63.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Cemara Aru
: Casuarina sumatranum
: Casuarinaceae
:
Daun sisik, berbuku-buku, pohon
simpodial sebagai peneduh, dan tumbuh
di dekat pantai.
|
64.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Pohon Kenari
: Canarium commune
: Burseraceae
: Kenari
memiliki daun yang imparipinate, yakni di ujung ranting terdapat anak
daun dan bersifat resinus (harum), daun
majemuk ganjil, untuk minyak nabati, dan bijinya untuk souvenir.
|
65.
|
Nama
lokal
Nama jenis
Famili
|
: Burahol
: Stelechocarpus burahol
:
Annonaceae
: Plagiotropik,
kulit tidak mudah patah, monopodial, daun
tunggal, mengkilap, buah terdapat dibatang utama, buah dapat dimakan untuk pengharum tubuh, tersebar di Jawa Timur.
|
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan
Hasil Praktikum Lapang dihasilkan
sejarah tentang Kebun Raya Bogor, mampu mengunjungi dan mengidentifikasi 65 jenis pohon yang telah
ada di Kebun Raya Bogor meliputi nama lokal, nama ilmiah, marga, famili, ciri
khusus, keterangan, dan foto. Praktikum
lapang ini memperlihatkan berbagai jenis pohon
yang sebagian ada dalam praktikum, sehingga para praktikan dapat melihat
daun secara lebih
dekat dan persis seperti di alam aslinya.
3.2. Saran
a. Dalam
praktikum lapang ini hendaknya dibentuk kelompok pengajar dan kelompok peserta yang
lebih kecil lagi, dan ketika di Kebun Raya Bogor dipencar sesuai kelompok kecil
tersebut. Hal ini dilakukan agar lebih efektif dalam penyampaian dan waktu.
b. Kuliah
lapang ini dilakukan tidak hanya di Kebun Raya Bogor saja. Sekali-kali
dilakukan di Kampus IPB juga hal ini bisa dilakukan ketika praktikum
berlangsung yang tidak hanya dilakukan di dalam kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2008.Sejarah PKT KR-
Bogor.http://bogorbotanicgardens.org
[terhubung berkala 26 Desember 2013]
Anonim.2010.Kebun Raya Bogor Salah Satu Tertua di
Asia.http://indonesia-
indahnya.blogspot.com/ [ terhubung berkala 26 Desember 2013]
Kencana, Ira Puspa dan Nurhayati Hadi Susilo Arifin. 2010. Studi
Potensi Lanskap Sejarah untuk pengembangan wisata sejarah di Kota Bogor. Jurnal
Lanskap Indonesia Vol 2 No.1.
Helms JA. 1998. The Dictionary of forestry. Editor. Wallingford: The
Society of American Foresters and CABI Publishing, Bethesda.
Komentar
Posting Komentar